Postingan

Menampilkan postingan dari 2026

Catatan Pamong Budaya: Menjaga Nafas Tradisi dari Bumi Pandanaran hingga Lereng Sumbing

Setelah sekian lama dasbor blog ini berdebu dan tidak tersentuh oleh barisan kalimat, hari ini saya memutuskan untuk kembali menyapa ruang digital. Banyak hal yang berubah sejak tulisan terakhir saya bertahun-tahun lalu. Satu hal yang paling mendasar adalah amanah baru yang kini saya emban sebagai seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan jabatan Pamong Budaya Ahli Pertama. Sebuah tugas kedinasan yang menuntut saya tidak hanya mencintai sejarah dalam lembaran buku, tetapi menghadirkannya langsung dalam ekosistem masyarakat modern. Setiap hari, perjalanan hidup membawa saya melintasi batas wilayah geografis dan kultural yang menarik. Saya berdomisili di Temanggung, tanah subur yang diapit Gunung Sumbing dan Sindoro—wilayah yang kental dengan budaya agraris, tradisi wiwit , serta dialek lokalnya yang khas. Namun, pengabdian kedinasan saya tertambat di Kabupaten Semarang, bumi Pandanaran yang membentang dari eksotisme peninggalan purbakala hingga warisan kolonial yang megah. Menjadi komu...